Minggu , September 15 2019
Home / Sabung Ayam / 3 Peristiwa Besar Sejarah Sabung Ayam S128

3 Peristiwa Besar Sejarah Sabung Ayam S128

3 Peristiwa Besar Sejarah Sabung Ayam S128

Adu Ayam S128 – Permainan Sabung Ayam S128 di pulau Jawa berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia dipancung kepalanya, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras.

S128 Adu Ayam – Dua ekor ayam tersebut lalu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu yang sigkat, ayam Cindelaras berhasil menang melawan ayam sang Raja. Akhirnya Raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras. Penonton bersorak sorai mengelu-elukan ayam Cindelaras yang gagah itu. Di saat yang sama sang Raja mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir. Di samping itu, sejarah Sabung Ayam S128 juga sebagai pengingat 3 peristiwa besar di Nusantara diantaranya:

Peristiwa Politik di Masa Lalu

Adu Ayam Online – Sejarah Sabung Ayam S128 juga menjadi sebuah pengingat peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan Sabung Ayam S128. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di istana kerajaan salah satunya adalah pertunjukkan Sabung Ayam S128. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk ke dalam arena Sabung Ayam S128 dilarang membawa senjata atau keris.

Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya agar tidak melepas keris pusaka yang dipakai sebelumnya, tetapi sesaat ketika Sabung Ayam S128 belum dilakukan di dalam arena Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya. Pada saat itu di arena terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang ditakutan Ken Dedes terjadi dimana kekacauan itu merenggut nyawa Anusapati.

Tradisi Mengharmoniskan Hubungan Antar Manusia

Di Bali sejarah Sabung Ayam S128 mengingatkan pada tradisi yang disebut Tajen. Tajen berasal dari tabuh rah, salah satunya yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yaitu mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara sarananya menggunaan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur dan kelapa sebelum disembelih.

Perang sata dilakukan oleh ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanaan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup. Tradisi ini sudah lama sekitar tahun 1200 semenjak kerajaan Majapahit yang melakukan pelarian ke Bali.

Simbol Hubungan Sosial Antar Masyarakat

Dalam kebudayaan Bugis sendiri sejarah Sabung Ayam S128 merupakan pengingat bahkan telah melekat sebagai budaya lama dalam menunjukkan hubungan sosial antar masyarakat disana. Gilbert Hamonic menyebut bahwa kultur Bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti Ayam Jantan dari Timur.

Dahulu orang tidak disebut pemberani jika tidak memiliki kebiasaan minum arak dan Sabung Ayam S128. Dan untuk mengasosiasikan dengan keberanian itu biasanya dibandingkan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya.

About Lusiana Liu

Saya adalah seorang penulis artikel yang sangat menggemari permainan taruhan.

Check Also

Ciri-Ciri Ayam Pemenang

Ciri-Ciri Seekor Ayam Pemenang Memilih Seekor Ayam Aduan Juara merupakan sebuah pekerjaan yang dapat dikatakan …